Pages

Sabtu, 19 November 2011

Di Balik Pesona Kosmetika

Ketika berbicara tentang kosmetika, yang terbayang dalam benak kita adalah wanita. Kosmetika mungkin identik dengan kecantikan fisik. Ada begitu banyak kaum wanita yang terobsesi menjadi cantik melalui beragam upaya. Salah satu cara paling instan yang banyak dilakukan adalah dengan menggunakan berbagai macam kosmetika. Namun sadarkah kita? Bahwa di balik pesona kosmetika itu ada begitu banyak penyakit yang mengintai, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit yang mematikan. Penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh berbagai bahan yang menyusun kosmetika tersebut. Berbagai penyakit tersebut diantaranya dermatitis kontak (semacam bintik-bintik), jerawat, fotosensitifitas, pigmented cosmetic dermatitis (pigmen bertambah atau kulit bertambah gelap ketika pemakaian dihentikan), beberapa reaksi kulit lain seperti granuloma, serta berbagai penyakit berbahaya seperti gangguan ginjal, jantung, hati serta organ tubuh lainnya.
Tentunya kita sering mendengar atau melihat iklan-iklan kosmetik penghilang jerawat, pemutih wajah, dan sebagainya. Ada begitu banyak iklan yang menyesatkan karena terlalu lebay, yang terkadang malah keluar dari batasan kosmetika. Dan tak banyak yang menyadari tentang hal ini. Jangankan sadar, tahu pun mungkin tidak.
Hakekat dari kosmetik sesungguhnya adalah bahan yang digunakan hanya untuk luar tubuh manusia, seperti bedak, lipstik, shampo, pasta gigi, dan sebagainya. Dan yang namanya kosmetika itu bukan sesuatu yang berkhasiat sebagai obat, seperti penghilang jerawat misalnya. Ada beberapa tujuan dari pemakaian kosmetika ini, antara lain untuk perawatan diri, memperbaiki penampilan (rias), sebagai pengharum/wewangian, pelindung (sunblock, tabir surya, dsb), ada juga kosmetika khusus untuk artis, atau yang lebih sering disebut masking.
Menurut Al Qur’an, refleksi kecantikan yang sempurna ada pada penciptaan bidadari surga. Cantik dalam terminologi Al Qur’an adalah cantik luar dan dalam, cantik rupa dan budi. Kecantikan itu ada yang berasal dari dalam (hati) dan ada pula yang dari luar (fisik). Dan sesungguhnya Islam lebih mengutamakan pesona kecantikan dari dalam (inner beauty) daripada kecantikan fisik karena hati adalah komandan yang akan menentukan baik buruknya perilaku. Kecantikan wajah semisal bentuk hidung atau mata merupakan ciptaan Allah yang tidak bisa diubah, sedangkan kecantikan hati yang bersumber dari taqwa dapat diperbagus asalkan kita mau berusaha.
Ciri-ciri hati yang cantik antara lain terbebas dari sikap sombong, tamak dan dengki, dan dipenuhi dengan tawadhu’ (rendah hati) dan qana’ah. Hati yang tawadhu’ akan seperti air yang selalu mencari tempat yang rendah dan menyejukkan orang lain. Hati yang qana’ah akan seperti telaga yang luas yang tidak pernah merasa sempit dengan keadaan yang diterimanya. Pribadi yang memiliki kecantikan hati akan dikenali debagai sosok yang menebarkan ketenangan pada lingkungannya sehingga tidak ada yang merasa tersikssa, dirugikan, takut atau terancam saat berada bersamanya. Pribadi yang cantik juga adalah sosok yang pemaaf yang tidak suka membuka aib saudaranya dan pandai mengendalikan emosinya.
Jika yang utama adalah kecantikan hati, tidak perlukah merawat kecantikan fisik? Merawat kecantikan fisik tetap perlu dilakukan sebagai salah bentuk rasa syukur nikmat kepada Allah. Namun ada hal yang perlu diperhatikan tentang kaidah menampakkan penampilan fisik, yaitu cantik di rumah, rapi di luar dan bukan sebaliknya.
Agar terhindar dari berbagai bahaya yang mengintai akibat pemakaian kosmetika, maka kita perlu cermat. Ada beberapa tips agar terhindar dari hal-hal tersebut, antara lain : cermat dalam memilih dan membeli kosmetika sesuai kebutuhan, cermat dalam menggunakan, cermat dalam membaca info (karena ada beberapa kandungan kosmetika yang berbahaya dan sebenarnya itu dilarang), perhatikan semua informasi yang tertera dalam label, termasuk ijin dari BPOM dan juga LPPOM MUI.
Selain itu, Allah telah menyediakan begitu banyak fasilitas di alam ini yang bias digunakan untuk mempercantik diri. Bahan-bahan alami seperti buah, sayur dan rempah-rempah bisa digunakan untuk keperluan tersebut, tentunya sesuai kebutuhan, tujuan, serta kandungan dalam buah dan sayur tersebut. Olah raga teratur banyak minum air putih, akan membuat kita makin sehat dan bugar.

Kamis, 17 November 2011

Mengasah Kemandirian Perempuan

Dalam Islam, pemenuhan kebutuhan moriil dan materiil seorang perempuan terletak pada suaminya. Namun setiap insan manusia juga diwajibkan untuk tidak berpangku tangan, termasuk seorang perempuan.
Hanya Allah yang tahu apa yang akan terjadi esok. Hari ini mungkin para suami masih bisa menghidupi istri dan keluarga mereka, tetapi belum tentu dengan hari esok.
Mandiri bukan berarti hidup sendiri tanpa membutuhkan campur tangan orang lain dalam proses hidupnya. Dibutuhkan peran orang lain dalam porsi sewajarnya. Mengingat manusia adalah mahluk sosial  yang saling bersimbiosis mutualisme.
Kemandirian memang bukan perkara yang mudah, namun banyak cara untuk memupuk karakter tersebut, salah satunya dengan menggali potensi dirinya dalam berkreativitas, karena pada dasarnya setiap permasalahan memerlukan kemandirian  & cara–cara yang kreatif untuk menyeleseikannya. Semakin banyak permasalahan yang bisa diatasi & semakin besar kebutuhan yang harus dipenuhi, maka semakin terasahlah kreativitas dalam diri seseorang.
Konsep hidup mandiri juga sejalan dengan prinsip “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya”. Bagaimana seseorang bisa bermanfaat untuk orang lain, sedangkan ia tak mampu memenuhi kebutuhannya atau dengan kata lain belum bermanfaat untuk dirinya sendiri.
Ingin sedekah materi, berarti harus punya uang dulu.
Ingin sedekah wawasan, berarti harus punya ilmu pengetahuan & pengalaman dulu.
Ingin sedekah tenaga, berarti harus sehat dulu.
Allah memberi akal kepada hamba Nya, supaya akal tersebut  digunakan untuk menggali potensi dalam dirinya sebagai bentuk rasa syukur. Dalam prosesnya dibutuhkan visi yang akan mengarahkan tujuan hidup kita untuk tidak berpangku tangan lalu menjadi beban orang lain. Akan tetapi visi tersebut bertujuan untuk mensejahterahkan orang lain. Asal dalam pencapaian proesesnya sesuai syariat Allah SWT, misalnya menjaga kehalalan, tidak merugikan orang lain, menjaga diri dari system riba’ dan sebagainya. Sehingga untuk kedepan mampu bersedekah baik materi, ilmu maupun tenaga. Sedekah juga dapat memotivasi diri untuk lebih mandiri agar mampu menghasilkan sesuatu yang mudah dinikmati orang lain.
Usaha pun tidak harus bermodal besar, pikirkanlah untuk mengerjakan sesuatu yang kecil dulu. Misalnya, jika suka memasak, asah lagi ketrampilan meramu resep lalu bukalah catering kecil-kecilan dan tawarkan pada tetangga terdekat atau saudara. Atau beberapa hobi lain yang jika diasah dengan tekun akan menghasilkan keuntungan. Mulailah dengan yang kecil untuk target yang lebih besar.
Perempuan yang berkarakter mandiri biasanya mempunyai beberapa ciri khas, antara lain:
  •  Mudah bangkit ketika menghadapi musibah
  • Tak mudah menyerah untuk selalu belajar menambah wawasan
  • Selalu mengembangkan kemampuan yang dimilikinya
  • Berusaha memberi manfaat untuk orang lain
Di sisi lain, ujian dalam rumah tangga juga mejadi salah satu alasan kenapa seorang perempuan harus mandiri. Alasan tersebut membuat seorang perempuan untuk tidak semena-mena menggantungkan pencarian nafkah ke suami atau keluarga. Namun perlu ditekankan pula, bahwa seorang perempuan yang mampu mandiri secara materi tetap wajib hormat kepada suami dan keluarga.
 “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)Nya.” (QS An Nisa : 9)
Perempuan tidak boleh pasrah terhadap masalah. Harus berani mengambil keputusan disaat sulit, bersikap tegar disaat ujian menyapa, mencari solusi ketika keruwetan hidup di depan mata, dan mampu bersikap tegas ketika dilema melanda.
 “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah:186)
 “Dan Tuhanmu berfirman, ‘berdoalah kepada Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu’. Sesungguhnya orang yang menyombongkan diri dari menyembah Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina“’  (QS. Al Mu’min ; 60)
Berdoa adalah salah satu kunci untuk memupuk karakter mandiri, berdolah supaya Allah senantiasa mencurahkan sifat-sifat kemandirian kepada hamba Nya yang berusaha. Karena berdoa adalah senjata orang-orang beriman.
Maka untuk perempuan, tetaplah berdoa dan menggali potensi serta menambah wawasan pengetahuan. Allah akan meridhai selama cara-cara yang ditempuh sesuai tuntunan Nya.

Memupuk Kasih Sayang dan Kelembutan Diri

Tentang wanita, entah mengapa melulu menjadi sebuah bahasan yang menarik untuk dikupas. Baik disajikan dari buah jemari lembut para wanita sendiri, maupun dari sekadar terkaan kaum lelaki yang mengisahkan para wanita. Setidaknya, alunan dayu dari senandung berikut menjadi bukti berkenyataan. Maher Zein dengan The Rest of My Life, Duhai Pendampingku oleh grup nasyid Edcoustic, Insan Bernama Kekasih yang dipopulerkan oleh UNIC di negeri Jiran, Malaysia, bahkan sampai Iwan Fals berdendang Mata Indah Bola Pingpong.
Wanita, telah menjadi sosok makhluk yang melengkapi dunia ini dengan paripurna. Lakunya malah bisa dinarasikan menjadi sebuah lirik yang indah dengan melodi yang membius.
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.”
(HR. Muslim).
Raga, jiwa, peran, posisi, dan aktualisasi para wanita tak ayal mempunyai tahta yang teramat krusial bagi siapapun manusia. Wanita diberi keistimewaan menjadi yang pertama kali merasakan adanya kehidupan manusia di dalam rahim. Wanita yang memberikan air susu kepada para bayi sebagai makanan pertama paling bergizi dan menyehatkan. Hingga wanita pula yang senantiasa memberikan peluk dan ruang terhangat untuk menerima apa adanya setiap kehadiran manusia di sisinya. Bahkan hingga ribuan kata ini telah dicoba untuk melukiskan kasih sayangnya seorang wanita, mungkin tak sampai genap kasih sayang itu tuntas teruraikan. Wallahu a’lam.
Sayangnya, sebagian wanita menjadi terlupa bahwa semata-mata kasih sayang yang tersemat dalam berlakunya sikap mereka adalah anugerah Allah Azza wa Jalla, sang Maha Penyayang dan Pengasih. Diriwayatkan dari sahabat nabi, Abu Hurairah r.a., “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Allah telah menjadikan kasih sayang-Nya terbagi dalam seratus bahagian. Dia menahan sembilan puluh sembilan bahagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bahagian ke bumi. Dari satu bahagian itulah para makhluk saling kasih-mengasihi sehingga seekor ibu binatang mengangkat cakarnya dari anaknya kerana takut melukainya.” [HR. Imam Muslim].
Pernah suatu hari Sayyidina Umar datang menghadap Rasulullah Saw. dengan membawa beberapa orang tawanan. Di antara para tawanan itu terlihat seorang wanita sedang mencari-cari, lalu jika ia mendapatkan seorang bayi di antara tawanan dia terus mengambil bayi itu lalu mendakapkannya ke perut untuk disusui. Lalu Rasulullah Saw. bersabda, “Bagaimana pendapat kamu sekalian, apakah wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?” Para sahabat menjawab, “Tidak, demi Allah, sedangkan dia mampu untuk tidak melemparnya.” Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh Allah lebih mengasihi hamba-Nya daripada wanita ini terhadap anaknya.”
Allah Swt. Dialah yang mempunyai kekuasaan menitipkan sepercik dari samudra kasih sayang-Nya yang teramat luas bagi para wanita dunia maupun bidadari surga. Maka kelembutan dan kasih sayang para wanita telah terpancarkan memenuhi dunia kian harinya. Begitu seterusnya, semenjak Siti Hawa sampai dengan ibu-ibu masa kini.
Mungkin karena acap kali distigmakan bahwa wanita adalah kelembutan atau wanita adalah kasih sayang, kita menjadi kurang menyadari bahwa kepemilikan rasa welas, asih, sayang, dan lembut tersebut adalah milik Allah. Para wanita semestinya memohon dan memintanya kepada Allah Swt. Fitrah kelembutannya akan menjadi tumpul manakala tidak diasah. Fitrah kebeningan jiwanya akan menjadi keruh manakala selaksa jiwa di dalam hati gelap dan pekat. Fitrah pengasihnya akan menjadi hambar manakala nutrisi ruhiyahnya gersang.
Oleh karena itu, tak sedikit pula kita saksikan dewasa ini cerita kebengisan para wanita terhadap saudara, orang tua, suami, maupun darah dagingnya sendiri. Ibu yang tega membuang anak, istri yang berani membakar suami, maupun anak perempuan yang kejam menyakiti hati orang tua sendiri.
Jadi, saudariku muslimah, mari memohon, meminta, dan berdoa pada Allah Azza wa Jalla, duhai para wanita yang telah Allah muliakan.
“Hendaklah salah seorang dari kamu memohon seluruh kebutuhannya kepada Rabbnya, sampai-sampai tali sandalnya apabila putus.” (HR At Tirmidzi dalam Ad Da’awaat)
Perkara tali sandal putus pun, Rasulullah mengajarkan kita untuk memohon pertolongan kepada Allah. Apalagi perkara memohon kasih sayang dan kelembutan yang berharga mulia bagi dunia ini. Maka selayaknya bagi “apapun” seorang wanita adalah merutinkan perbanyak doa. Bagi para bunda yang telah diamanahi karunia putra dan putri, bagi istri yang mendoakan suaminya agar selamat bekerja di luar rumah. Maupun bagi para anak gadis yang masih berada di bawah asuhan ayahnya. Tidaklah sama sekali salah bila mereka mendoakan kebaikan bagi diri, suami, orang tua, dan keturunannya.
Tidaklah seuntai doa telah merayap naik ke petala langit yang tujuh melainkan akan dikabulkan oleh Allah Swt. “Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir: 60).
Juga sesuai dengan yang telah diriwayatkan dari sahabat Jabir r.a. bahwasanya Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Tiada seorang hamba yang meminta dengan suatu permohonan, melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta, jika ia menahan diri dari suatu perbuatan perbuatan maksiat, Allah Ta’ala akan menyelematkan dirinya dari bahaya, atau diampuni dosa-dosanya. Selama si hamba tidak berdoa kepada perbuatan (amal) yang mendekatkan diri kepada dosa, atau berdoa agar terputus dari persaudaraan dengan karib kerabatnya.”
Maka tidak ada keraguan sedikit pun bahwa doa-doa kita tak akan berbalas oleh Azza wa Jalla. Kelak akan terkabulkan, kapan pun masa yang paling tepat menurut Allah. Hanya diri kita lah yang kadang terlalu cepat mengecap keputusasaan dan memasung baik sangka. Oleh karena itu, menjadi tidak mengherankan dan bukanlah hal yang lucu, apabila ada seorang gadis kecil belasan tahun memanjatkan pengharapan, “Ya Allah, ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan ,keluarga, dan keturunan kami sebagai penyenang hati dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
Gadis kecil itu mungkin tidak berharap doanya akan terkabul seketika, melainkan ia mengetahui bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut saat yang tepat meski beberapa tahun yang akan datang. Sebagaimana dikatakan sahabat Ali bin Abi Thalib r.a., “Demi Allah, aku tidak pernah memikirkan apakah doaku diterima atau tidak. Yang kupikirkan adalah aku bisa berdoa atau tidak. Karena jika engkau menyelesaikan sebuah doa, maka jawabannya itu pasti langsung mengikutinya.”
Kini, marilah kita simak kesaksian manusia teragung sepanjang zaman yang akan mengisahkan mukjizat diri beliau sendiri, Rasulullah Muhammad Saw., “Sesungguhnya aku adalah penutup para nabi, dan Adam terbuat dari tanahnya. Aku akan mengabarkan tentang awal itu semua yaitu doanya moyangku Ibrahim a.s., kabar dari Isa tentang aku, mimpi yang dialami ibuku dan juga yang dialami oleh ibunya para nabi.” (HR Imam Ahmad diriwayatkan dari Al Arbadh bin Sariyah).
Benarlah bahwa doa Nabi Ibrahim yang terpanjatkan ratusan bahkan ribuan tahun silam jauh sebelum kelahiran Rasulullah Muhammad Saw telah terkabulkan pada diri beliau. Allah Swt. telah mengabadikan perisitiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat di tanah Haram berdoa, “Ya Tuhan Kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu. Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka…” Yang termaktub di dalam Al Quran surat Al Baqarah 128-129.
Sekarang, mari berdoa sebanyak-banyaknya agar Allah memupuk kasih sayang dan kelembutan pada diri dan jiwa kita, duhai para muslimah. “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah dibanding doa.” (Riwayat At Tirmidzi)

Kamis, 13 Oktober 2011

wanita bukan hanya tempat pemuas nafsu

wanita bukan hanya sekedar pemuas nafsu kaum adam saja teta[i wanita adalah makhluk yg indah,tempat berkasih sayang,teman dalam menjalani hidup ini .nabi adam as saja merasa kesepian dan hampa hatinya walaupun beliau tinggal di surga yaitu tempat indah yg tiada tandingannya dimanapun.

akhirnya beliau meminta teman di surga agar tida kesepian yaiut hawa seorang wanita maka janganlah hanya memandang wanita dengan nafsu dan syahwat saja bila melihat wanita yg cantik dan ayu wajahnya .

jika kita bisa melihat wanita dari sisi cinta,ingat cinta bukanlah nafsu untuk berhubungan suami istri banyak orang2 beranggapan bahwa melakukan hubungan suami istri itu adalah cinta ini khususnya bagi para remaja abg yg sedang masa puber mereka (wanita)rela melepaskan kehormatannya buat pacar karena cinta padahal mereka belum menikah.akhirnya jika sudah lepas kehormatannya dan hamil bagaimana?beruntung jika laki-lakinya mau bertanggungjawab tapi tetap saja itu sebuah aib bagi keluarga bukan .

wanita akan kehilangan masa depan ,masa remaja yg tidak akan pernah kembali laki karena sudah mengandung seorang bayi dan harus merawatnya ,sekolahnya terputus karena aib itu sendiri.maka saya berpendapat buat para kaum adam lihatlah wanita dari kepribadian yg baik,manis,ramah tamah bukan melihat dengan nafsu.karena yg membuat wanita memperlihatkan auratnya yg membuat kita tergoda adalah kesalahan kita sendiri yg melihat wanita dengan nafsu itulah yg mendorong kaum hawa ini berlomba-lomba mempercantik dirinya agar dapat perhatian kita .

Peran Dan Tugas Perempuan

Di dalam suatu pernikahan, selain sebagai seorang istri, perempuan juga berfungsi sebagai ibu rumah tangga, artinya yang mengatur berbagai macam urusan rumah tangga agar berjalan lancar dan mulus. Banyak sekali tugas dan tanggung jawab perempuan sebagai ibu rumah tangga, diantaranya mengatur keadaan rumah agar terlihat rapi, bersih dan nyaman, juga mengatur menu makanan yang akan disajikan, disusun agar semua gizi nya seimbang, dipikirkan cara memasak yang sehat, pemilihan bahan yang tepat, dan lain-lain.  Pengeluaran keuanganpun harus diperhatikan agar tidak defisit sebelum akhir bulan. Cobalah mengatur keuangan dengan benar, prioritaskan pos-pos pengeluaran yang penting terlebih dahulu, seperti membayar angsuran (karena kalau tidak dibayarkan tepat waktu akan berbunga), membayar hutang (kalau ada), membayar kewajiban-kewajiban lain, barulah dipisahkan untuk belanja keperluan bulanan dan belanja harian.
Selain pengaturan keuangan, pengaturan waktupun tidak kalah pentingnya. Pintar-pintarlah mengatur waktu agar semua hal bisa berjalan di waktu yang tepat untuk hasil yang maksimal. Kenalilah siklus tubuh kita dan pasangan kita, misalnya istri yang tidak biasa tidur terlalu malam mungkin akan nggak nyambung kalau diajak bicara / membahas suatu masalah pada “akhir harinya”, cobalah menemukan waktu yang tepat untuk segala sesuatunya.
Untuk perempuan sebagai wanita karir atau wanita bekerja yang masih single, tentulah bisa menentukan / memutuskan sendiri segala sesuatunya, juga hal yang menyangkut masalah waktu. Untuk perempuan menikah yang bekerja, bijaksanalah menentukan perusahaan dimana anda akan bekerja, sebisa mungkin pilihlah iklim perusahaan yang cocok dengan keadaan kita, karena walaupun bekerja penting, tetapi mempunyai waktu untuk keluarga adalah prioritas utama. Selagi bisa memilih, pilihlah dengan bijaksana. Selain memilih perusahaan, pilihlah bidang pekerjaan yang kita sukai, karena sesuatu yang kita sukai biasanya akan menghasilkan hasil yang maksimal.
Perempuan di masa dulu dan masa kini, baik sebagai ibu rumah tangga ataupun perempuan bekerja sama pentingnya. Sebagian perempuan ada juga yang menggabungkan statusnya sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagai perempuan bekerja di rumah, seperti halnya dengan ibu saya yang mempunyai hobby / kesenangan menjahit dan menjadikan hobby nya itu sebagai sesuatu hal yang bisa juga dikerjakan secara professional dan menghasilkan, sehingga kamipun ikut bangga ketika beliau me-launching kecil-kecilan busana dengan labelnya sendiri yang merupakan gabungan dari nama kami anak-anaknya.
Jadi, bersyukurlah selalu apapun peran kita sebagai perempuan di masyarakat, karena banyak hal yang bisa disyukuri dan dibanggakan sebenarnya, bila kita menyadarinya. Banyak-banyaklah melihat dan belajar bagaimanan peran dan tugas perempuan dari sekeliling kita dan banyak-banyaklah membaca hal yang penting dan perlu dibaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita sebagai seorang perempuan.

Kamis, 29 September 2011

Di Balik Airmata Perampuan

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?"
"Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.

"Aku tidak mengerti", kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"

"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"

Tuhan berkata:
"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "

"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya " "Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu "

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.

Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."

"Kau tahu:
Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.
"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada."

Rabu, 14 September 2011

SUKSES ADALAH HAK SAYA

"sukses adalah hak saya"
"sukses adalah hak saya ! sukses bukab milik orang-orang tertentu. sukses adalah milik anda, milik saya dan milik siapa saja yang menyadari, menginginkan dan memperjuangkan dengan sepenuh hati..." Andre Wongso

Karena kesuksesan adalah hak setiap oarang, sepanjang orang yang bersangkutan menyadari, menginginkan dan memperjuangkannya dengan sepenuh hati. Maka setiap orang pada dasarnya bisa merancang kesuksesannya sendiri, asalkan ia menguasai prinsip, cara, bidang dan pelajaran utama untuk menciptakan sendiri kesuksesan masa depan.

Apakah saya bisa sukses ?
Brian Tracy, penulis yang masuk dalam Guines Book Of Recodrd mengatakan, "kehidupan seperti balok kombinasi ; tugasmu menemukan angka-angka yang tepat, dalam susunan tepat, sehingga kau dapat memperoleh apapun yang kau inginkan".

Renungkan Al-Qur'an Surah Ar-Ra'du ayat 11 "sesungguhnya allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga mereka berusaha untuk merubah keadaan mereka sendiri".
Seperti yang sudah dituliskan diatas bahwa setiap orang pada dasarnya dapat merancang kesuksesannya sendiri. asalkan dia menguasai prinsip, cara, bidang dan pelajaran utama untuk menciptakan sendiri kesuksesan dimasa depan. Terkait prinsip, ada tiga prinsip utama untuk menciptakan kesuksesan bagi diri anda sendiri.

Prinsip utama 1: Bertanggung Jawab 100% atas Kehidupan Anda
"Kau harus bertanggung jawab atas kehidupanmu. Kau tidak bisa mengubah keadaan, musim atau arah angin. Tapi, kau bisa mengubah diri sendiri".Jim Rohn, filsuf bisnis nomor 1 amerika.

Siapakah yang paling bertanggung jawa atas kehidupan, nasib dan apa yang telah anda capai dan miliki hari ini? Hanya ada stu orang yang bertanggung jawab atas hasilkehidupan yang Anda jalani. Oarang iti adalah Anda sendiri. Jika ingin berhasil Anda harus bertanggung jawab 100% atas semua yang Anda alami dalam kehidupan anda. Hal itu termasuk apa yang anda peroleh, tingkat prestasi Anda, hal-hal yang anda hasilkan, mutu hubungan anda, kondisi kesehatan fisik anda, penghasilan anda, utang anda, perasaan anda -- semuanya !!

Kenyataan, kebanyakan dari kita sudah terbiasa menyalahkan sesuatu diluar diri kita sendiri atas kehidupan kiat yang tidak kita sukai. Kita menyalahkan orangtua kita, atasan kita, teman kita, media, rekan kerja, pelanggan kita, pasangan kita,
cuaca, krisis ekonomi, buruknya keuangan kita – siapapun dan apapun yang bisa kita jadikan KAMBING HITAM. Kita tak pernah melihat ke sumber masalahnya – DIRI KITA SENDIRI….
Siapakah yang paling bertanggung jawab atas kehidupan saya hari ini?
Hasil yang saya peroleh hari ini?
Apakah saya bertanggung jawab 100 % atas kehidupan saya?
Apakah saya pernah menyalahkan orang lain atas kejadian apapun dalam hidup saya?
Apakah saya pernah mengeluh tentang sesuatu?
Jika ya, berarti Anda tidak bertanggung jawab 100 % atas kehidupan Anda. Bertanggung jawab 100 % berarti Anda mengakui bahwa Anda menciptakan semua yang terjadi pada diri Abda. Hal itu berarti Anda mengerti bahwa Anda-lah penyebab semua pengalaman Anda. Jika Anda benar-benar ingin sukses, dan saya tahu Anda sangat ingin, maka Anda harus berhenti menyalahkan orang lain dan mengeluh, serta mengambil tanggung jawab penuh atas kehidupan Anda – itu berarti semua hasil perbutan, baik kesuksesan maupun kegagalan. Itulah syarat menciptakan kehidupan sukses. Hanya dengan mengakuinyalah – bahwa Anda yang menciptakannya semuanya sampai sekarang – Anda bisa mengambil alih kendali untuk menciptakan masa depan yang Anda inginkan.
“Anda tidak bisa menyewa orang lain untuk berolah raga untuk Anda. Anda harus melakukannya sendiri jika ingin memperoleh manfaatnya. Entah itu berlatih fisik, peregangan, bermeditasi, membaca, belajar bahasa baru, menciptakan kelompok perencana, menentukan target yang terukur, memvisualisasikan kesuksesan, mengulangi penegasan, atau berlatih ketrampilan baru, Anda-lah yang harus melakukannya. Tak ada orang lain yang bisa melakukannya untuk Anda,” Jim Rohn, filsuf bisnis nomor satu Amerika.
Berhentilah mencari alasan, berhenti mengeluh, berhenti menyalahkan keadaan di luar diri Anda. Anda harus berhenti melakukan semua itu selamanya.
Jika sesuatu tidak berhasil sesuai dengan rencana, Anda harus bertanya kepada diri sendiri, ”Bagaimana cara saya melakukannya? Apa yang saya pikirkan? Apa keyakinan saya? Apa yang tidak saya katakan? Apa yang tidak aku